Langsung ke konten utama

SILAKAN DOWNLOAD APLIKASI AMPUH

SILAKAN DOWNLOAD APLIKASI AMPUH
Referensi Hukum dan Filsafat

Featured Post

PENUTUP TAFSIR SURAT 15. AL-HIJR

PENUTUP TAFSIR SURAT 6. AL-AN'AAM (BINATANG TERNAK)

PENUTUP

 

Dalam surat Al-An’aam, Allah menjelaskan keesaan dan kesempurnaan sifat-sifat-Nya, menyatakan kebatalan kepercayaan orang-orang musyrik dengan bantahan-bantahan yang logis dan mudah diterima oleh akal. Hukuman yang berat akan dijatuhkan atas mereka yang berkepala batu menolak kebenaran.

 

Hubungan surat Al-An’aam dengan surat Al-A'raaf adalah sebagai berikut:

 

a.            Kedua surat tersebut termasuk di antara 7 surat yang panjang (assab’uth thiwaal), keduanya sama-sama membicarakan pokok akidah agama. Dalam surat Al-An'aam dikemukakan garis-garis besar akidah itu, sedang surat Al-A'raaf menjelaskannya.

 

b.            Dalam surat Al-An'aam, Allah menerangkan asal usul kejadian manusia dari tanah serta menjelaskan tentang beberapa generasi manusia yang telah dibinasakan Allah, kemudian disinggung pula tentang Rasul-Rasul dengan menyebut beberapa nama mereka secara garis besarnya, sedang surat Al-A'raaf menjelaskannya.

 

c.            Pada bagian terakhir surat Al-An'aam, Allah menyatakan bahwa Dia menjadikan manusia khalifah-khalifah di bumi serta mengangkat derajat sebagian mereka, maka bagian permulaan surat Al-A'raaf Allah mengemukakan penciptaan Nabi Adam a.s. dan anak-cucunya serta dijadikannya khalifah di bumi begitu juga anak-cucunya.

 

d.            Mengenai segi hubungan bagian akhir Al-An'aam dengan permulaan surat Al-A'raaf  adalah sebagai berikut:

 

1)            Bagian akhir surat Al-An'aam, Allah berfirman bahwa Al-Quräan adalah kitab pedoman yang benar, jalan yang lurus, dan diberkahi, maka umat manusia diperintahkan mengikutinya. Pada bagian permulaan surat Al-A'raaf, Allah mengulagi lagi perintah itu dan melarang mengikuti selainnya.

 

2)            Pada bagian akhir surat Al-An'aam, Allah berfirman bahwa Dia akan memberikan keterangan tentang apa yang seharusnya dilakukan manusia dan yang menjadi perselisihan mereka. Maka pada bagian permulaan surat Al-A'raaf Allah menjelaskan apa yang dimaksud “Allah memberi keterangan” ialah pengutusan para Rasul yang bertugas memberikan keterangan dan mereka masing-masing akan dimintai pertanggungjawaban.

 

3)            Pada bagian akhir surat Al-An'aam, Allah berfirman bahwa orang yang berbuat kebajikan akan diganjar sepuluh kali lipat dan yang berbuat kejahatan akan dibalas sekadar perbuatannya. Untuk menentukan kadar kebajikan dan kejahatan itu ada timbangannya, maka Allah mengemukakan di bagian awal surat Al-A'raaf, bahwa timbangan pada hari itu ialah kebenaran dan keadilan. Siapa yang berat timbangannya dia lah orang yang beruntung dan siapa yang ringan timbangannya dia lah orang yang merugi. Kemudian Allah menceritakan keadaan nasib ashabul A’raaf.


BACA SEBELUMNYA .....

وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Komentar