- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pembalasan terhadap sikap dan perbuatan Bani
Israil.
وَإِذۡ قُلۡتُمۡ یَـٰمُوسَىٰ لَن
نَّصۡبِرَ عَلَىٰ طَعَامࣲ وَ ٰحِدࣲ فَٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ یُخۡرِجۡ
لَنَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلۡأَرۡضُ مِنۢ بَقۡلِهَا وَقِثَّاۤىِٕهَا وَفُومِهَا
وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَاۖ قَالَ أَتَسۡتَبۡدِلُونَ ٱلَّذِی هُوَ أَدۡنَىٰ
بِٱلَّذِی هُوَ خَیۡرٌۚ ٱهۡبِطُوا۟ مِصۡرࣰا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلۡتُمۡۗ
وَضُرِبَتۡ عَلَیۡهِمُ ٱلذِّلَّةُ وَٱلۡمَسۡكَنَةُ وَبَاۤءُو بِغَضَبࣲ مِّنَ
ٱللَّهِۗ ذَ ٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَانُوا۟ یَكۡفُرُونَ بِـَٔایَـٰتِ ٱللَّهِ
وَیَقۡتُلُونَ ٱلنَّبِیِّـۧنَ بِغَیۡرِ ٱلۡحَقِّۗ ذَ ٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟
یَعۡتَدُونَ
61.
Dan (ingatlah) ketika kamu berkata: “Hai Musa,
kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu
mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa
yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya,
kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang
rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti
kamu memperoleh apa yang kamu minta”. Lalu ditimpakanlah
kepada mereka nista dan kehinaan serta mereka mendapat kemurkaan dari Allāh.
Hal itu terjadi (karena) mereka mengingkari ayat-ayat Allāh dan membunuh para
Nabi tanpa alasan yang benar. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu
berbuat durhaka dan melampaui batas.
Pahala orang yang
beriman.
إِنَّ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِینَ
هَادُوا۟ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ وَٱلصَّـٰبِـِٔینَ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡیَوۡمِ
ٱلۡـَٔاخِرِ وَعَمِلَ صَـٰلِحࣰا فَلَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ
عَلَیۡهِمۡ وَلَا هُمۡ یَحۡزَنُونَ
62.
Sesungguhnya
orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang
Shabiin[1],
siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman
kepada Allāh[2],
hari kemudian, dan beramal saleh[3],
mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap
mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِیثَـٰقَكُمۡ
وَرَفَعۡنَا فَوۡقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُوا۟ مَاۤ ءَاتَیۡنَـٰكُم بِقُوَّةࣲ
وَٱذۡكُرُوا۟ مَا فِیهِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
ثُمَّ
تَوَلَّیۡتُم مِّنۢ بَعۡدِ ذَ ٰلِكَۖ فَلَوۡلَا
فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَیۡكُمۡ وَرَحۡمَتُهُۥ لَكُنتُم مِّنَ ٱلۡخَـٰسِرِینَ
64.
Kemudian Kamu
berpaling setelah (adanya perjanjian) itu maka kalau tidak ada karunia Allāh
dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang merugi.
وَلَقَدۡ
عَلِمۡتُمُ ٱلَّذِینَ ٱعۡتَدَوۡا۟ مِنكُمۡ فِی ٱلسَّبۡتِ فَقُلۡنَا لَهُمۡ
كُونُوا۟ قِرَدَةً خَـٰسِـِٔینَ
65.
Dan sesungguhnya
telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu[4],
lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera[5]
yang hina”.
فَجَعَلۡنَـٰهَا
نَكَـٰلࣰا لِّمَا بَیۡنَ یَدَیۡهَا وَمَا خَلۡفَهَا وَمَوۡعِظَةࣰ لِّلۡمُتَّقِینَ
66.
Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan
bagi orang-orang di masa itu dan bagi mereka yang datang kemudian, serta
menjadi ajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
Kisah
penyembelihan sapi betina[6].
وَإِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦۤ إِنَّ
ٱللَّهَ یَأۡمُرُكُمۡ أَن تَذۡبَحُوا۟ بَقَرَةࣰۖ قَالُوۤا۟ أَتَتَّخِذُنَا
هُزُوࣰاۖ قَالَ أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡجَـٰهِلِینَ
67.
Dan (ingatlah)
ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya Allāh menyuruh kamu
menyembelih seekor sapi betina.” Mereka berkata: “Apakah kamu hendak menjadikan
kami buah ejekan[7]?”
Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allāh daripada menjadi salah seorang dari
orang-orang yang jahil.”
قَالُوا۟ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ یُبَیِّن
لَّنَا مَا هِیَۚ قَالَ إِنَّهُۥ یَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةࣱ لَّا فَارِضࣱ وَلَا بِكۡرٌ
عَوَانُۢ بَیۡنَ ذَ ٰلِكَۖ فَٱفۡعَلُوا۟ مَا تُؤۡمَرُونَ
68.
Mereka menjawab:
“Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami; sapi
betina apakah itu”. Musa menjawab; “Sesungguhnya Allāh berfirman bahwa sapi
betina itu adalah sapi yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu;
maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu”.
قَالُوا۟ ٱدۡعُ
لَنَا رَبَّكَ یُبَیِّن لَّنَا مَا لَوۡنُهَاۚ قَالَ إِنَّهُۥ یَقُولُ إِنَّهَا
بَقَرَةࣱ صَفۡرَاۤءُ فَاقِعࣱ لَّوۡنُهَا تَسُرُّ ٱلنَّـٰظِرِینَ
69.
Mereka berkata:
“Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa
warnanya”. Musa menjawab: “Sesungguhnya Allāh berfirman bahwa sapi betina itu
adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan
orang-orang yang memandangnya”.
قَالُوا۟ ٱدۡعُ
لَنَا رَبَّكَ یُبَیِّن لَّنَا مَا هِیَ إِنَّ ٱلۡبَقَرَ تَشَـٰبَهَ عَلَیۡنَا
وَإِنَّاۤ إِن شَاۤءَ ٱللَّهُ لَمُهۡتَدُونَ
70.
Mereka berkata:
“Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana
hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi betina itu (masih) samar bagi
kami dan sesungguhnya kami insyā Allāh akan mendapat petunjuk”.
قَالَ إِنَّهُۥ
یَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةࣱ لَّا ذَلُولࣱ تُثِیرُ ٱلۡأَرۡضَ وَلَا تَسۡقِی
ٱلۡحَرۡثَ مُسَلَّمَةࣱ لَّا شِیَةَ فِیهَاۚ قَالُوا۟ ٱلۡـَٔـٰنَ جِئۡتَ
بِٱلۡحَقِّۚ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا۟ یَفۡعَلُونَ
71.
Musa berkata:
“Sesungguhnya Allāh berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang
belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi
tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya”. Mereka berkata: “Sekarang barulah kamu
menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya”. Kemudian mereka
menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu[8].
وَإِذۡ قَتَلۡتُمۡ نَفۡسࣰا فَٱدَّ ٰرَ ٰٔۡ تُمۡ فِیهَاۖ وَٱللَّهُ مُخۡرِجࣱ مَّا
كُنتُمۡ تَكۡتُمُونَ
72.
Dan (ingatlah)
ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh tentang
itu, sedang Allāh hendak menyingkap apa yang selama ini kamu sembunyikan.
فَقُلۡنَا
ٱضۡرِبُوهُ بِبَعۡضِهَاۚ كَذَ ٰلِكَ یُحۡیِ
ٱللَّهُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَیُرِیكُمۡ ءَایَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ
73.
Lalu Kami berfirman: “Pukullah
mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu!” Demikianlah Allāh
menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati dan memperlihatkan
kepadamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti[9].
ثُمَّ قَسَتۡ
قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعۡدِ ذَ ٰلِكَ فَهِیَ
كَٱلۡحِجَارَةِ أَوۡ أَشَدُّ قَسۡوَةࣰۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلۡحِجَارَةِ لَمَا
یَتَفَجَّرُ مِنۡهُ ٱلۡأَنۡهَـٰرُۚ وَإِنَّ مِنۡهَا لَمَا یَشَّقَّقُ فَیَخۡرُجُ
مِنۡهُ ٱلۡمَاۤءُۚ وَإِنَّ مِنۡهَا لَمَا یَهۡبِطُ مِنۡ خَشۡیَةِ ٱللَّهِۗ وَمَا
ٱللَّهُ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ
74.
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras
seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh
ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang
meluncur jatuh karena takut kepada Allāh. Dan Allāh sekali-kali tidak lengah
dari apa yang kamu kerjakan.
Keimanan orang Yahudi sukar diharapkan di masa
Rasulullāh s.a.w.
أَفَتَطۡمَعُونَ أَن یُؤۡمِنُوا۟ لَكُمۡ
وَقَدۡ كَانَ فَرِیقࣱ مِّنۡهُمۡ یَسۡمَعُونَ كَلَـٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ
یُحَرِّفُونَهُۥ مِنۢ بَعۡدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمۡ یَعۡلَمُونَ
75.
Apakah kamu masih mengharapkan
mereka akan percaya kepadamu padahal segolongan dari mereka mendengar firman
Allāh lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya sedang mereka
mengetahui?[10]
وَإِذَا لَقُوا۟ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟
قَالُوۤا۟ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضࣲ قَالُوۤا۟
أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا فَتَحَ ٱللَّهُ عَلَیۡكُمۡ لِیُحَاۤجُّوكُم بِهِۦ عِندَ
رَبِّكُمۡۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ
76.
Dan bila mereka
berjumpa dengan orang-orang yang beriman mereka berkata: “Kamipun telah
beriman”, tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja lalu mereka berkata:
“Apakah kamu menceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allāh
kepadamu supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan
Tuhanmu?” Tidakkah kamu mengerti?[11]
أَوَلَا
یَعۡلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ یَعۡلَمُ مَا یُسِرُّونَ وَمَا یُعۡلِنُونَ
77.
Tidakkah mereka
mengetahui bahwa Allāh mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan yang
mereka nyatakan?
وَمِنۡهُمۡ
أُمِّیُّونَ لَا یَعۡلَمُونَ ٱلۡكِتَـٰبَ إِلَّاۤ أَمَانِیَّ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا
یَظُنُّونَ
78.
Dan di antara mereka ada yang buta huruf;
tidak mengetahui Al-Kitab (Taurat) kecuali berita-berita bohong dan mereka
hanya menduga-duga[12] belaka.
فَوَیۡلࣱ
لِّلَّذِینَ یَكۡتُبُونَ ٱلۡكِتَـٰبَ بِأَیۡدِیهِمۡ ثُمَّ یَقُولُونَ هَـٰذَا مِنۡ
عِندِ ٱللَّهِ لِیَشۡتَرُوا۟ بِهِۦ ثَمَنࣰا قَلِیلࣰاۖ فَوَیۡلࣱ لَّهُم مِّمَّا
كَتَبَتۡ أَیۡدِیهِمۡ وَوَیۡلࣱ لَّهُم مِّمَّا یَكۡسِبُونَ
79.
Maka kecelakaan
yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka
sendiri lalu dikatakannya: “Ini dari Allāh”, (dengan maksud) untuk memperoleh
keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi
mereka karena apa yang ditulis oleh
tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka karena apa yang
mereka kerjakan.
وَقَالُوا۟ لَن
تَمَسَّنَا ٱلنَّارُ إِلَّاۤ أَیَّامࣰا مَّعۡدُودَةࣰۚ قُلۡ أَتَّخَذۡتُمۡ عِندَ
ٱللَّهِ عَهۡدࣰا فَلَن یُخۡلِفَ ٱللَّهُ عَهۡدَهُۥۤۖ أَمۡ تَقُولُونَ عَلَى
ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ
80.
Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak
akan disentuh oleh api neraka kecuali selama beberapa hari saja”. Katakanlah:
“Sudahkah kamu menerima janji dari Allāh sehingga Allāh tidak akan memungkiri
janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allāh apa yang tidak kamu
ketahui?”.
بَلَىٰۚ مَن
كَسَبَ سَیِّئَةࣰ وَأَحَـٰطَتۡ بِهِۦ خَطِیۤـَٔتُهُۥ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ أَصۡحَـٰبُ
ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِیهَا خَـٰلِدُونَ
81.
(Bukan
demikian) yang benar: barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh
dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
وَٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ أَصۡحَـٰبُ ٱلۡجَنَّةِۖ هُمۡ فِیهَا
خَـٰلِدُونَ
82.
Dan orang-orang
yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di
dalamnya.
SEBELUMNYA ..... SELANJUTNYA .....
[1]Shabiin ialah orang-orang yang mengikuti syariat
Nabi-Nabi zaman dahulu, atau orang-orang yang menyembah bintang atau menyembah
dewa-dewa.
[2]Yang beriman kepada Allāh, Muhammad ﷺ, dan hari akhirat serta mengerjakan amal saleh,
mereka mendapatkan pahala dari Allāh.
[3]Perbuatan baik yang diperintahkan oleh agama
islam, baik yang berhubungan dengan akidah
atau tidak.
[4]Sabtu adalah hari yang khusus untuk ibadah
orang-orang Yahudi.
[5]Sebagian mufassirin mengartikan sebagai
perumpamaan, maksudnya hati mereka seperti kera. Jumhur mufassir berpendapat
bahwa mereka benar-benar berubah menjadi kera, tidak beranak, tidak makan dan
minum, serta hidup tidak lebih dari 3 hari.
[6]Surat ini dinamai Al-Baqarah karena mengandung
kisah penyembelihan sapi.
[7]Hikmah Allāh menyuruh mereka menyembelih sapi
betina adalah supaya hilang rasa penghormatannya terhadap sapi yang pernah
mereka sembah.
[8]Sapi yang seperti itu langka,
hampir mereka tidak dapat menemukannya.
[9]Menurut jumhur mufassirin ayat ini ada hubungannya
dengan peristiwa yang dilakukan oleh seorang dari Bani Israil. Masing-masing
saling tuduh tentang siapa yang melakukan pembunuhan. Setelah mereka membawa
persoalan itu kepada Nabi Musa عليه السلام,
Allāh menyuruh mereka menyembelih seekor sapi betina agar orang yang terbunuh
itu dapat hidup kembali dan menerangkan siapa yang telah membunuhnya setelah
dipukul dengan sebagian dari tubuh sapi itu.
[10]Maksudnya nenek moyang mereka yang menyimpan
Taurat lalu mengubahnya, di antaranya mengenai sifat-sifat Nabi Muhammad s.a.w.
yang tersebut di dalam Taurat.
[11]Sebagian Bani Israil yang mengaku beriman kepada
Nabi Muhammad s.a.w. itu pernah bercerita kepada orang-orang Islam bahwa dalam
Taurat memang disebutkan tentang kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. Maka golongan
lain menegur mereka dengan mengatakan: “Mengapa kamu ceritakan hal itu kepada
orang-orang Islam sehingga hujjah mereka bertambah kuat?”.
[12]Kebanyakan bangsa Yahudi buta huruf dan tidak
mengetahui isi Taurat selain dari dongeng-dongeng yang diceritakan oleh para
pendeta mereka.
Komentar